Dec
18
Filed Under (Current Affairs) by insigma on 18-12-2008

At Dec 12th-15th i was attending the annual Fuqing gathering..
Where all Fuqing peoples in Indonesia meet, and discus something about how to maintain communication and preserve the ancient’s heritage upon culture..
I’ve wrote an article upon it, and voila..

Dari Pertemuan Hokcia se-Indonesia di Solo — sub

Kunjungi Pabrik Seragam Militer 17 Negara, Disuguhi Makanan Kampung Halaman

SEJAK 2002, warga Tionghoa Indonesia sudah mulai mendapatkan kesamaan hak dengan warga Indonesia lainnya. Dan sejak tahun itu juga, selalu diadakan “Pertemuan Tahunan Perhimpunan Suku Hokcia se-Indonesia” dengan tujuan untuk mempertahankan semangat orang rantau dan sekaligus menjaga komunikasi se-Indonesia.

DARI berbagai suku Tionghoa yang ada di Indonesia, Hokcia (mandarin: Fuqing/福清) merupakan salah satu suku yang mulai merantau ke seluruh dunia sejak beberapa abad yang lalu dari Tiongkok tenggara. Dimana tercatat ada lebih dari 1.500 warga Tionghoa suku Hokcia di Samarinda, yang dihimpun dalam paguyuban bernama “Yayasan Karya Insani” (Fu-Xing Tongxianghui/三馬林達福興同鄉會). Sebagai satu di antara 25 paguyuban warga Hokcia di seluruh Indonesia.

Dengan semangat “Cia Neung” (mandarin: Jia Ren/家人) yang menganggap bahwa semua warga Hokcia adalah satu keluarga, dalam temu komunikasi tahun ini yang berlangsung di Solo, lebih dari 700 peserta se-Indonesia saling bertemu, berkenalan dan saling mengakrabkan diri satu sama lain. Sayangnya, acara-acara seperti ini baru bisa dinikmati oleh para generasi pertama dan kedua.

Warga Hokcia di Indonesia sendiri pada dasarnya sudah memiliki tiga generasi. Generasi pertama, adalah warga Hokcia asli Tiongkok yang merantau. Generasi kedua adalah anak dari generasi pertama. Sedangkan generasi ketiga adalah anak dari generasi kedua.

Salah satu contoh dari kesenjangan budaya ini adalah banyaknya generasi dua dan tiga Hokcia yang bahkan tidak paham dan asing dengan bahasa sukunya sendiri. Sehingga dalam pertemuan ini juga banyak dibahas beragam upaya untuk dapat mengejar kesenjangan tersebut.

Dalam acara yang digelar selama 13 – 14 Desember, agenda pertama adalah kunjungan ke perusahaan tekstil Sritex di Kabupaten Sukoharjo. Kunjungan ke kompleks pabrik tekstil seluas 100 hektar dengan 13.500 pegawai ini sekali lagi menunjukkan kepada para warga Hokcia se-Indonesia bahwa selain Liem Sioe Liong (BCA Group), Alim Markus (Maspion Group), Robby Sumampow dan sejumlah pengusaha terkenal lainnya di Indonesia, warga Solo memiliki HM Lukminto dengan Sritex-nya yang menjadi pemasok kebutuhan tekstil untuk militer bagi 17 negara termasuk Indonesia. HM Lukminto yang kini sudah menyerahkan kursi pimpinan PT Sri Redjeki Isman kepada putranya, juga sekaligus menjadi salah satu pimpinan kehormatan dalam organisasi “Himpunan Fuqing Solo”.

Di aula penjamuan, para tamu disuguhi dengan tampilan ratusan manekin dengan seragam militer, seragam dinas, seragam Polisi ala Indonesia, dan dari 16 negara lainnya termasuk Jerman, Inggris, Uni Emirat Arab, dan sebagainya.

Salah satu keunikan dari kunjungan ini, para undangan disuguhi dengan sejumlah makanan khas Hokcia yang belakangan ini susah ditemui karena jarang ada yang membuatnya. Beberapa makanan tersebut seperti “Tia Biang” serupa Ote-ote namun dengan isi rumput laut dan udang, “Ko Mao” berbentuk mirip kroket kentang namun dengan isi campuran antara kacang tanah dengan gula merah, lalu ada juga “Khiau Wei” berupa kue mangkuk namun terbuat dari umbi-umbian.

“Sedikit banyaknya, zaman sekarang susah cari makanan seperti ini. Sehingga dalam momen ini wajar kalau ditampilkan sebagian bentuk budaya asli Hokcia yang sudah mulai terlupakan,” tutur Shi Minwen, pimpinan rombongan Fuqing Samarinda.

Rangkaian acara pada hari itu diakhiri dengan jamuan makan malam dan malam kesenian. Dimana delegasi dari masing-masing daerah menyumbangkan tarian ataupun nyanyian untuk ditampilkan di panggung Diamond Solo Convention Centre, namun sayangnya delegasi Samarinda hanya menjadi penonton pada tahun ini. (lee)

SpeechThe BanquetSritex's Showroom

In that occasion, i was representing Fuqing youth from Samarinda..
And just like the other delegation, i have my speech about several points (and i do believe that you’re not interested in) that occur in my town..
This occasion meant a lot for me, because that was my first time attending such gathering, which i found quite interesting..

Unfortunately, my mission was unaccomplished..
I want to make friend as much as possible, but i just met and easily communicated with less than 25 peoples..
But since it was my first time to Solo, it was great.. :D

Nov
21
Filed Under (Uncategorized) by insigma on 21-11-2008
The Cake..

The Cake..

I’ve almost passed my b’day for 1 month..
So now there’s nothing left to be shouted out, to be congratulated, to be punked..

But suddenly, on Nov 19th i’ve got a text msg..
It said;

Gon, aku ada titipan kue buat kamu..
Kuenya kutaro di tempatnya Yeni ya..
Oya, klo bisa langsung dimakan malam ini..
Biar buahnya masih segar.. :)

I just thought that the cake is an ordinary 1..
Just like when some1 go to different city, and then bring out some cakes as the eatable souvenirs..
But she said that she has been not going anywhere..
And she made a deep emphasize that she made it herself..

Unfortunately..
I wasn’t in town..
And i just couldn’t make a clear thought about that cake..

My b’day was on October, and she knew it..
And why she became such a troublesome for making that cake for me..

I went back on Nov 20th..
And i found that cake was so pretty..

Topping with lotsa fruit; kiwi, orange, STRAWBERRY..
A lemon flavoured cake..
Nice decorated appearance and delicious either..

And a word

“Happy B’day SPYRO :)”..

Uffffff.. ¿~?

I was melting by this kinda sweet treat..

But i’m confuse..
What i suppose to do..
I don’t wanna be an ungrateful person..

Oct
27
Filed Under (Current Affairs, Prologue..) by insigma on 27-10-2008

It’s not easy to be a rememberable person..
Because there’re lotsa things to be concerned..
Which every single thing has it’s own matter that we couldn’t equalize just in 1 perspective..

After those 32 words of foreword, i think it’s not quite excessive to show my gratitude for anybody..
Especially for they who have gave me spirit, prayer, greeting and even a threat to hold a feast (dasar, maunya makan gratisan mulu, hahahaha)..
For a moment that reminded me about my remaining life.. ^^

As usual, no singing, no candle-blowing, no cake, no “make-a-wish” stuff..
Typical, for me..
I just can say

thanks

Xie-xie

Xie-xie

Sep
10
Filed Under (Prologue..) by insigma on 10-09-2008

whoa..
finally FS blog enhanced itself..

Collaboration

Collaboration


and i also can post pic again.. :)
i luv the new theme..